MALAKA, AMORPOST.ID — Saluran irigasi yang mengarah ke Desa Harekakae dan Desa Kamanasa, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan mengalami kekeringan. Kondisi ini menjadi perhatian karena ketersediaan air irigasi sangat penting untuk mendukung aktivitas pertanian dan memenuhi kebutuhan air bagi lahan persawahan masyarakat.
Mengeringnya saluran irigasi berpotensi menyulitkan petani dalam mengairi sawah, terutama apabila kondisi tersebut berlangsung selama musim kemarau. Tanaman padi yang membutuhkan pasokan air cukup dapat mengalami gangguan pertumbuhan jika kebutuhan air tidak terpenuhi.
Bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian, ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan musim tanam dan hasil panen. Apabila pasokan air terus berkurang, petani berisiko menghadapi penurunan produktivitas hingga kerugian ekonomi.
Maria Telik, mengungkapkan,”Kami menunggu semalaman penuh berharap ada air yang mengalir sedikit dari saluran. Esok kami akan cari mesin sedot air dari sisa air yang ada agar padi kami bisa ada harapan untuk tumbuh,” ujarnya.
Hal ini bisa menimbukan konflik di masyarakat. Kata Marius Tae, “Kami hampir berkelahi tadi malam.”
Kondisi ini diharapkan mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan instansi teknis terkait. Pemeriksaan kondisi saluran, evaluasi sumber pasokan air, serta langkah penanganan yang sesuai diperlukan agar distribusi air irigasi dapat berjalan kembali secara optimal.
Selain itu, koordinasi antara pemerintah desa, petugas pengelola irigasi, dan kelompok tani penting dilakukan untuk mengetahui penyebab mengeringnya saluran serta menentukan langkah penanganan yang tepat.
Masyarakat berharap adanya perhatian dan tindak lanjut dari pihak terkait agar kebutuhan air bagi lahan pertanian di Desa Harekakae dan Desa Kamanasa dapat terpenuhi. Penanganan yang tepat diharapkan mampu membantu petani mempertahankan kegiatan pertanian dan mengurangi risiko gagal panen.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti mengeringnya saluran irigasi, luas lahan yang terdampak, serta tanggapan resmi dari instansi terkait masih perlu dikonfirmasi melalui peninjauan lapangan dan keterangan pihak berwenang.


